Tips Merawat Motor Jupiter MX 135 cc

Sebenarnya memelihara motor tidak rumit serta semahal yg dibayangkan sebagian orang. Pemeliharaan serta service rutin telah pasti dibutuhkan. Buat para bikers penunggang jupiter MX

yang ingin motornya rutin tampil prima, ada berbagai tipe perawatan rutin yg mampu kita kerjakan sendiri dirumah. Selain hemat, juga nggak mesti sering-sering mampir kebengkel. Berikut tipsnya :



1. Cek oli mesin

Jupiter MX memerlukan kondisi oli mesin yg lebih intens daripada tipe motor 2 tak. Hal ini disebabkan hampir semua komponen penggerak di blok mesin terendam oli. Kurangnya kekentalan apalagi volumenya didalam mesin mampu menyebabkan keausan. Buntutnya mesin mampu rontok dampak pelumasan yg tidak sempurna. Kekentalan serta volume oli mampu kita periksa dengan membuka tutup oli mesin serta menonton indikatornya dibatang tutup. Ganti oli mesin maksimal apabila jarak tempuh mencapai 2000 km.


2. Cek busi

Busi sangat vital bagi mesin motor. Komponen ini yg memicu nyala mesin. Perhatikan warna kepala busi, bersihkan dengan amplas halus kalau udah kecoklatan alias ada karat. Seandainya tetap layak pakai, mampu dipergunakan kembali. Jika ada lengket kaya bekas oli, segera bersihkan bonggol tutup busi dengan lap kering. Sebaiknya busi diganti kalau telah mencapai 12 ribu km. Perhatikan juga kondisi kabel koil yg menghubungkan arus listrik ke busi, bila udah uzur terkesan ada retak-retak serta keras, sebaiknya segera diganti.


3. Cek Filter Karburator

yamaha jupiter MX memakai karburator tipe kering. Cara perawatannya lumayan mudah, yaitu tinggal disemprot dengan kompresor. Filter model ini diganti paling terlambat 25 ribu km serta tidak boleh terkena oli alias minyak. Filter oli pun harus diperhatikan. sebab jupiter MX memakai filter oli serta harus diganti setiap tidak lebih lebih 10 ribu km.


4. Cek Setelan Rantai serta Gir

Jangan biarkan rantai terlalu kendor alias terlalu kencang. Bila rantainya kendor, lumayan disetel. Tapi kalau kering, lumayan diolesi dengan oli khusus rantai (chain lube). Biasanya, rantai harus diganti kalau telah mencapai 25 ribu sampai 35 ribu km. Jangan lupa mengecek kondisi gir. Jika telah terkesan tajam, lekas ganti, sebab mampu bikin rantai copot bahkan putus mendadak.

Tapi kalau yg kita pakai tipe motor Matic semisal Yamaha Mio yg memakai V/Belt, rantainya tidak mampu disetel serta harus diganti setiap 25 ribu km. Bila rantai serta gir telah beres, sekalian periksa kampas rem depan serta belakang, ganti bila telah terkesan menipis.


5. Membersihkan Karburator

Bersihkan tahap pilot serta main jet motor. Yamaha jupiter MX memakai tipe Vakum jadi maksimal putarannya 2 ½ berlawanan arah jarum jam. Untuk penyetelan klep motor mampu dilakukan setiap 12 ribu sampai 18 ribu km.


6. Cek Kondisi Aki

Accu alias aki juga ada 2 jenis, kering serta basah. Untuk tipe aki kering yg tidak memerlukan perawatan khusus. Tapi setiap tiga tahun, maksimal, harus diganti. Sedangkan motor yg memakai aki basah, perbuat cek air aki setiap 10 ribu km. Bila air akinya kering, segera diisi. Ciri-ciri aki basah yg kondisi telah lemah merupakan motor tidak kuat starter. Nggak usah maksa motor menyala dengan tutorial didorong sebab mampu merusak gigi transmisi.


7. Panaskan Mesin Motor

Selalu panaskan mesin sebelum dijalankan. Hal ini amat dianjurkan supaya aliran oli mampu melumasi seluruh tahap dalam mesin yg bergerak. Nggak usah lama-lama, lumayan 1-2 menit saja. Kalau kelamaan bisa-bisa pipa knalpot menguning.


8. Gunakan Sparepart (Suku Cadang) Asli

Memang, suku cadang orisinil sedikit lebih mahal. Namun lebih awet serta kualitasnya pun terjamin di banding yg palsu.

Selain berbagai faktor di atas, penting juga untuk rutin mengecek tekanan ban. Ban yg terlalu keras alias tidak lebih angin mampu mengakibatkan kembang ban menjadi rusak.

Jika rutin mengerjakan pemeriksaan serta perawatan tadi, dijamin motor kita berusia panjang, ngga ngerepotin serta rutin siap tempur… semoga berbagai trik diatas dapet menolong para bikers supaya lebih mudah memelihara motor anda..